Kendari – Universitas Mandala Waluya (UMW) kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Kali ini, mahasiswa dari Fakultas Cyber Security berhasil meraih posisi juara pertama dalam ajang Kompetisi Keamanan Siber Nasional (KKSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Profesional Cyber Security Indonesia (APCSI) dan Kementerian Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Pencapaian luar biasa ini menandai momentum penting bagi pengembangan program studi Cyber Security di kawasan Sulawesi Tenggara.
Tim yang terdiri dari empat mahasiswa, bernama Arjun Pratama (semester 6), Siti Nurhaliza (semester 5), Muhammad Rizki Harahap (semester 7), dan Maulidya Asri Putri (semester 6), berhasil mengalahkan 127 tim peserta dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia. Kompetisi yang berlangsung selama dua hari penuh (14-15 April 2026) di Jakarta Convention Center menghadirkan tantangan teknis yang sangat kompleks dan memerlukan pemahaman mendalam tentang penetration testing, forensik digital, dan analisis kerentanan sistem informasi.
Perjalanan Menuju Juara
Pencapaian spektakuler tim Fakultas Cyber Security UMW bukanlah datang tiba-tiba. Persiapan intensif telah dimulai sejak Januari 2026, hampir empat bulan sebelum kompetisi diselenggarakan. Sebagai pembimbing utama, Dr. Bambang Suryanto, S.Si., M.Tech., Kepala Laboratorium Keamanan Siber UMW, menjelaskan bahwa persiapan melibatkan rangkaian latihan simulasi, studi literatur mendalam, dan kerja sama dengan praktisi industri keamanan siber nasional.
“Tim kami menyadari bahwa kompetisi tingkat nasional membutuhkan persiapan yang tidak sembarangan. Kami menghadirkan mentor dari industri cyber security terkemuka, seperti dari perusahaan konsultan keamanan informasi yang berbasis di Jakarta dan Surabaya,” ungkap Dr. Bambang Suryanto dalam wawancara eksklusif pada Rabu (16 April 2026) sore ini. Beliau menambahkan bahwa intensitas latihan mencapai lima sesi per minggu, masing-masing berlangsung selama empat hingga lima jam.
Dalam proses seleksi tim, Fakultas Cyber Security UMW melakukan trial yang melibatkan lebih dari 30 mahasiswa yang berminat. Melalui serangkaian tes teknis, presentasi, dan evaluasi holistik, empat mahasiswa terbaik terpilih untuk mewakili universitas. Proses seleksi yang ketat ini memastikan bahwa setiap anggota tim memiliki kemampuan komplementer dan solid dalam berbagai aspek keamanan siber.
Tantangan Kompetisi yang Ekstrem
Dalam kompetisi KKSN 2026, setiap tim dihadapkan pada serangkaian skenario dunia nyata yang mencakup beberapa kategori utama. Pertama, peserta harus melakukan penetration testing pada infrastruktur jaringan yang dirancang khusus untuk simulasi. Kedua, mereka dituntut untuk melakukan analisis forensik digital pada sistem yang telah “dikompromikan” oleh tim red team (tim penyerang simulasi). Ketiga, peserta harus mengidentifikasi dan mendokumentasikan kerentanan sistem dalam laporan teknis yang komprehensif dan profesional.
Arjun Pratama, sebagai ketua tim, menjelaskan bahwa momentum kritis terjadi pada hari kedua kompetisi. “Kami dihadapkan pada skenario yang sangat rumit, yaitu mendeteksi serangan Advanced Persistent Threat (APT) yang tersembunyi dalam sistem jaringan korporat simulasi. Kebanyakan tim tersesat di fase ini, tetapi kami berhasil mengidentifikasi enam indicator of compromise yang sangat tersembunyi dan mendokumentasikan dengan sangat detail,” ujar Arjun dengan penuh kebanggaan.
Siti Nurhaliza, yang berperan sebagai spesialis forensik digital, menyoroti bahwa tim mereka memiliki keunggulan dalam dokumentasi dan presentasi temuan. “Sementara tim lain fokus pada menemukan kerentanan, kami juga menekankan pada penjelasan yang jelas tentang dampak bisnis dari setiap temuan. Para juri sangat menghargai pendekatan holistik kami yang tidak hanya teknis, tetapi juga mempertimbangkan aspek manajemen risiko,” jelasnya pada Selasa (15 April 2026) melalui sambungan video call dari Jakarta.
Dukungan Institusional dan Fasilitas
Kesuksesan tim UMW tidak terlepas dari dukungan penuh dari institusi universitas. Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Sukardi, M.Eng., telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung kegiatan pengembangan akademik dan non-akademik mahasiswa, termasuk persiapan kompetisi tingkat nasional dan internasional.
“Universitas Mandala Waluya memiliki komitmen kuat untuk menjadi pusat keunggulan dalam bidang cyber security di kawasan timur Indonesia. Prestasi mahasiswa kami dalam kompetisi nasional ini adalah bukti nyata dari visi tersebut. Kami akan terus menginvestasikan sumber daya untuk memastikan bahwa program Cyber Security kami tetap kompetitif dan relevan dengan kebutuhan industri,” ungkap Prof. Dr. H. Sukardi dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui Humas UMW pada hari Rabu ini.
Lebih spesifik lagi, Dekan Fakultas Cyber Security UMW, Dr. Ir. Latief Sofiyan, M.T., mengungkapkan bahwa fasilitas laboratorium keamanan siber yang dibangun tahun 2024 lalu menjadi landasan penting bagi persiapan tim. Laboratorium tersebut dilengkapi dengan infrastruktur jaringan yang advanced, server dengan konfigurasi enterprise-grade, dan perangkat lunak keamanan siber terkini yang digunakan oleh industri global.
“Laboratorium kami dirancang untuk menciptakan environment yang serupa dengan kondisi dunia nyata. Setiap mahasiswa dapat berlatih dalam setting yang mendekati realitas operasional perusahaan modern. Ini adalah investasi jangka panjang kami untuk mempersiapkan talenta muda yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga siap bekerja di industri,” jelas Dr. Ir. Latief Sofiyan dalam sesi media briefing di kampus pada Rabu sore.
Apresiasi dan Pengakuan Industri
Pencapaian tim Cyber Security UMW telah mendapatkan pengakuan luas dari berbagai stakeholder industri. Beberapa perusahaan teknologi dan konsultan keamanan siber terkemuka telah mengirimkan surat apresiasi dan mengundang anggota tim untuk mengikuti program magang dan rekrutmen eksklusif.
PT. Teknologi Informasi Nusantara, salah satu perusahaan konsultan keamanan siber terbesar di Indonesia, telah secara resmi mengundang keempat mahasiswa untuk mengikuti program internship berbayar selama enam bulan. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga menunjukkan ketertarikan untuk melibatkan tim dalam proyek penelitian terkait cybersecurity governance nasional.
Koordinator Program Cyber Security UMW, Drs. Andi Wijaya, Ph.D., mengatakan bahwa pengakuan ini membuka peluang besar bagi program pengembangan karir mahasiswa. “Kami memiliki track record yang sekarang terbukti di tingkat nasional. Ini akan membantu dalam rekrutmen mahasiswa baru dan juga dalam membangun kemitraan dengan industri. Para alumni kami akan menjadi ambassador yang membawa nama baik Universitas Mandala Waluya ke berbagai perusahaan dan institusi,” ungkapnya dengan optimis.
Dampak Strategis bagi Pengembangan Program
Keberhasilan ini memberikan dampak signifikan bagi pengembangan program studi Cyber Security di UMW. Pertama, prestasi ini meningkatkan kredibilitas program di mata calon mahasiswa dan orang tua siswa. Penerimaan mahasiswa baru untuk program Cyber Security diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun akademik 2026/2027.
Kedua, pencapaian ini memberikan justifikasi kuat untuk pengembangan kurikulum yang lebih mendalam dan penambahan fasilitas laboratorium. Rencana ekspansi laboratorium Cyber Security sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2026.
Ketiga, prestasi ini membuka pintu untuk kolaborasi penelitian dengan universitas terkemuka nasional dan internasional dalam bidang cyber security. Universitas Mandala Waluya sudah sedang menjalin diskusi dengan beberapa universitas di Singapura dan Malaysia untuk program joint research.
Pesan dari Para Juara
Ketika diminta untuk memberikan pesan kepada generasi mahasiswa berikutnya, Maulidya Asri Putri, anggota termuda tim, berpesan agar mahasiswa tidak takut untuk bermimpi besar. “Kami adalah mahasiswa dari kampus di Kendari, bukan dari Jakarta atau Bandung yang terkenal. Namun, dengan kerja keras, dedikasi, dan dukungan yang tepat, kami berhasil mengalahkan tim-tim dari universitas-universitas ternama. Pesan kami adalah bahwa lokasi bukan hambatan, tetapi semangat dan komitmen yang akan membuat perbedaan,” katanya dengan penuh inspirasi.
Muhammad Rizki Harahap, spesialis network security, menambahkan bahwa pentingnya mentoring dan bimbingan dari dosen-dosen yang berdedikasi. “Dr. Bambang Suryanto, pak Latief, dan seluruh tim dosen kami tidak pernah ragu untuk memberikan waktu dan energi mereka. Mereka percaya pada kami bahkan ketika kami sendiri sempat meragukan kemampuan kami,” ungkapnya dengan berterima kasih.
Penutup
Prestasi gemilang yang diraih oleh tim Fakultas Cyber Security UMW pada kompetisi KKSN 2026 ini bukan sekadar trofi dan sertifikat. Lebih dari itu, ini adalah cerminan dari komitmen Universitas Mandila Waluya untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga mengembangkan mahasiswa yang mampu berkontribusi nyata dalam memecahkan tantangan keamanan siber nasional.
Dengan pencapaian ini, UMW membuktikan bahwa excellence dapat dicapai dari mana saja, asal didukung oleh visi yang jelas, dukungan institusional, dan mahasiswa-mahasiswa yang memiliki passion tinggi. Ekspektasinya, prestasi ini akan menjadi momentum awal bagi universitas untuk terus meningkatkan standar akademik dan penelitian, serta memperkuat posisinya sebagai pusat keunggulan cyber security di Indonesia Timur.
Ke depannya, Universitas Mandala Waluya berkomitmen untuk terus mengikutsertakan mahasiswanya dalam kompetisi-kompetisi nasional dan internasional yang lebih tinggi. Investasi dalam pengembangan program, fasilitas, dan sumber daya manusia akan terus ditingkatkan untuk memastikan bahwa prestasi ini bukan merupakan puncak, melainkan awal dari serangkaian kesuksesan yang lebih besar lagi.
(Redaksi menerima kontribusi berita dari Humas UMW pada 17 April 2026)