Kendari – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya mengumumkan peluncuran program inovatif bertajuk “Cyber Guardians” pada Jumat, 19 April 2026. Inisiatif strategis ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya keamanan siber dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mempersiapkan generasi profesional cyber security yang berkompeten dan bertanggung jawab.
LATAR BELAKANG INISIATIF
Program “Cyber Guardians” merupakan hasil kolaborasi intensif antara BEM Fakultas Cyber Security, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Cyber Security, dan beberapa organisasi mahasiswa lainnya di Universitas Mandala Waluya. Peluncuran program ini dilakukan melalui acara seremonial yang dihadiri oleh lebih dari 300 mahasiswa, dosen, dan pejabat akademik di Aula Blok Cyber Security, Kampus Mandala Waluya, Jalan Pelabuhan Kendari.
Menurut data yang dikumpulkan oleh tim BEM, fenomena meningkatnya kasus kejahatan siber di Indonesia menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, Indonesia mengalami lebih dari 200 juta serangan siber, dengan kerugian finansial mencapai ratusan triliun rupiah. Realitas ini menjadi catatan penting bagi institusi pendidikan, khususnya program studi Cyber Security, untuk tidak hanya mencetak profesional yang kompeten tetapi juga menjadi garda terdepan dalam edukasi keamanan siber masyarakat luas.
“Kami melihat gap yang signifikan antara pengetahuan mahasiswa mengenai ancaman siber dan praktik keamanan digital yang sebenarnya mereka lakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Reza Pratama, Ketua BEM Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya, dalam wawancara eksklusif dengan tim redaksi kampus.
STRUKTUR DAN MEKANISME PROGRAM
Program “Cyber Guardians” dirancang dalam tiga fase strategis yang akan berjalan selama satu tahun akademik. Fase pertama, yang telah dimulai sejak pengumuman resmi, berfokus pada pembentukan tim “Cyber Guardians” yang terdiri dari mahasiswa berprestasi dan memiliki dedikasi tinggi terhadap keamanan siber.
Fase kedua mencakup serangkaian kegiatan edukatif yang meliputi workshop intensif, seminar industri, dan talk show interaktif dengan praktisi keamanan siber profesional. Kegiatan-kegiatan ini akan diselenggarakan setiap dua minggu sekali, baik dalam format luring maupun daring untuk menjangkau seluruh lapisan mahasiswa. Fase ketiga difokuskan pada eksekusi program dampak sosial, di mana mahasiswa peserta akan terjun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi keamanan digital gratis.
Sebagai bagian dari mekanisme program, BEM juga menyiapkan sertifikat resmi bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan “Cyber Guardians”. Sertifikat ini diharapkan dapat menjadi nilai tambah dalam portofolio karir mahasiswa ketika melamar pekerjaan di industri keamanan siber.
“Kami percaya bahwa melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademik tetapi juga practical skills dan soft skills yang sangat dibutuhkan industri,” jelas Reza Pratama lebih lanjut.
DUKUNGAN DARI PIHAK KAMPUS
Peluncuran program “Cyber Guardians” mendapatkan dukungan penuh dari pihak manajemen Universitas Mandala Waluya. Dekan Fakultas Cyber Security, Dr. Ir. Bambang Hermawan, M.Tech, dalam pidatonya di acara peluncuran, menekankan komitmen fakultas terhadap pengembangan ekosistem pembelajaran yang holistik dan relevan dengan kebutuhan industri.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi yang memiliki tanggung jawab sosial, kami tidak hanya fokus pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam berbagi pengetahuan kepada masyarakat. Program ‘Cyber Guardians’ adalah wujud nyata dari komitmen tersebut,” kata Dr. Bambang Hermawan dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Dr. Bambang Hermawan menambahkan bahwa Universitas Mandala Waluya akan menyediakan dukungan berupa fasilitas, anggaran operasional, dan akses ke jaringan profesional industri untuk memastikan kesuksesan program ini. “Kami juga akan memfasilitasi kerjasama dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka untuk memberikan learning experience yang berkualitas tinggi bagi mahasiswa peserta program,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Hendra Wijaksana, S.H., M.Hum, menunjukkan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif BEM dalam menghadirkan program yang bersifat proaktif dan memberikan dampak positif bagi komunitas akademik.
“Kegiatan BEM dan organisasi mahasiswa seperti ini menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Mandala Waluya bukan hanya konsumen pengetahuan, tetapi juga producer dan distributor pengetahuan yang peduli dengan perkembangan masyarakat,” ungkap Prof. Hendra Wijaksana.
PARTISIPASI DAN RESPONS MAHASISWA
Respons dari mahasiswa terhadap program “Cyber Guardians” sangat antusias dan positif. Dalam kurun waktu 48 jam pertama setelah pengumuman resmi, lebih dari 150 mahasiswa telah mendaftar sebagai peserta program. Data ini menunjukkan tingginya interest mahasiswa terhadap kegiatan yang dirancang oleh BEM dan organisasi mahasiswa terkait.
Alifah Rahma Putri, seorang mahasiswa semester IV Program Studi Cyber Security, menyatakan motivasinya mengikuti program ini. “Saya merasa program ini memberikan kesempatan emas untuk mengembangkan skill praktis di bidang cyber security. Selain itu, saya juga tertarik untuk berkontribusi dalam meningkatkan awareness masyarakat tentang keamanan digital. Ini adalah cara yang bermakna untuk mengaplikasikan ilmu yang kami dapatkan di kelas,” kata Alifah dengan antusiasme.
Serupa dengan Alifah, Fadel Ahmad Prasetyo, mahasiswa semester VI yang juga aktif di HMPS Cyber Security, menganggap program ini sebagai momentum yang tepat untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. “Program ini memberikan networking opportunity dengan para profesional industri yang sangat berharga. Selain itu, sertifikat yang akan kami terima juga bisa memperkuat CV kita ketika melamar ke perusahaan-perusahaan besar,” ungkapnya.
KOLABORASI ORGANISASI MAHASISWA
Program “Cyber Guardians” melibatkan kolaborasi strategis antara berbagai organisasi mahasiswa di Universitas Mandala Waluya. Selain BEM Fakultas Cyber Security dan HMPS Cyber Security, program ini juga melibatkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang teknologi dan inovasi, serta organisasi mahasiswa tingkat universitas.
Ketua HMPS Cyber Security, Nurul Arifah, menerangkan bahwa kolaborasi lintas organisasi ini dipilih secara strategis untuk memperluas jangkauan program dan mengoptimalkan sumber daya yang ada. “Dengan melibatkan berbagai organisasi, kami dapat menggabungkan expertise dan network yang dimiliki oleh masing-masing organisasi. Hasilnya, program yang kami tawarkan menjadi lebih komprehensif dan memberikan nilai tambah yang lebih besar,” kata Nurul Arifah.
Sementara itu, Koordinator UKM Teknologi Universitas Mandala Waluya, Andi Prasetya, juga menunjukkan komitmen organisasinya dalam mendukung program tersebut. “UKM kami siap memberikan kontribusi baik dalam bentuk volunteerisme maupun technical support untuk memastikan program ‘Cyber Guardians’ dapat berjalan dengan lancar,” katanya.
DAMPAK DAN PROYEKSI KE DEPAN
Program “Cyber Guardians” diproyeksikan akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi beberapa pihak. Pertama, bagi mahasiswa peserta, program ini akan meningkatkan kompetensi, skill praktis, dan soft skills yang sangat dibutuhkan dalam industri keamanan siber. Kedua, bagi Universitas Mandala Waluya, program ini memperkuat positioning sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengutamakan pembelajaran akademik tetapi juga engagement dan kontribusi sosial.
Ketiga, bagi masyarakat luas, program ini akan meningkatkan awareness dan literasi digital dalam konteks keamanan siber. Mengingat bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih memiliki pemahaman terbatas mengenai ancaman siber dan cara mengatasinya, kontribusi mahasiswa dalam hal ini sangat berharga.
“Kami berharap bahwa melalui program ini, dalam jangka panjang, akan terbentuk suatu budaya keamanan siber yang kuat di kalangan masyarakat Indonesia. Mahasiswa kita adalah agent of change yang dapat menyebarluaskan pemahaman ini kepada keluarga, teman, dan komunitas mereka,” ujar Dr. Bambang Hermawan.
Lebih jauh, BEM juga merencanakan untuk mengembangkan program ini ke fakultas-fakultas lain di Universitas Mandala Waluya dalam tahun-tahun mendatang. Visi jangka panjang yang dimaksudkan adalah menciptakan ekosistem pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan, di mana mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dapat belajar dan berkontribusi terhadap keamanan digital nasional.
PENUTUP
Peluncuran program “Cyber Guardians” oleh BEM dan organisasi mahasiswa lainnya di Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya merupakan sebuah langkah strategis dan signifikan dalam mempersiapkan generasi profesional keamanan siber yang tidak hanya kompeten tetapi juga peduli dengan kesejahteraan masyarakat luas. Dengan dukungan penuh dari pihak kampus, antusiasme mahasiswa, dan kolaborasi lintas organisasi, program ini memiliki potensi besar untuk mencapai tujuan dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan di era digital, Universitas Mandala Waluya menunjukkan komitmennya bahwa pendidikan yang berkualitas bukan hanya tentang pencapaian akademik individual, tetapi juga tentang penciptaan nilai dan kontribusi positif bagi masyarakat. Program “Cyber Guardians” adalah bukti nyata dari visi dan misi tersebut, dan diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lainnya dalam mendorong mahasiswa untuk menjadi agen perubahan sosial yang konstruktif dan bermakna.