KENDARI – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Cyber Security, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang meriah pada Selasa hingga Kamis, 15-17 April 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari di lapangan olahraga kampus dan aula seni Universitas Mandala Waluya ini menghadirkan berbagai cabang olahraga, pertunjukan seni tradisional, dan kompetisi budaya yang melibatkan seluruh mahasiswa dari program studi Cyber Security, Forensik Digital, dan Manajemen Keamanan Siber.
Kehadiran festival ini menandai komitmen serius institusi pendidikan dalam mengembangkan mahasiswa secara holistik, tidak hanya mengejar keunggulan akademik dalam bidang keamanan siber, tetapi juga membangun kepribadian yang seimbang melalui aktivitas olahraga dan apresiasi seni budaya. Dengan lebih dari 800 peserta mahasiswa yang terlibat langsung dan ratusan penonton yang memeriahkan acara, Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Fakultas Cyber Security mencerminkan semangat kolaborasi dan pengembangan diri yang kuat di kampus Kendari.
“Kami percaya bahwa seorang profesional keamanan siber yang handal bukan hanya mereka yang menguasai teknis pemrograman atau forensik digital, tetapi juga individu yang memiliki kesehatan fisik, kreativitas, dan apresiasi terhadap budaya lokal,” ujar Dr. Ir. Bambang Suryanto, Dekan Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya, saat membuka acara pada Selasa pagi, 15 April 2026.
Ragam Cabang Olahraga dan Antusiasme Mahasiswa
Festival tahun ini menampilkan lima cabang olahraga utama yang diikuti oleh tim-tim mahasiswa dari berbagai angkatan. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli, badminton, tenis meja, dan atletik lari. Setiap cabang menampilkan kompetisi yang ketat dengan standar profesional, didukung oleh wasit bersertifikat dan sistem penilaian yang transparan.
Dalam cabang sepak bola, sebelas tim masing-masing beranggotakan 15 pemain dari berbagai program studi dan angkatan berlomba merebut gelar juara. Pertandingan berlangsung di lapangan sepak bola utama kampus dengan durasi 2×45 menit. Hingga hari ketiga, tim dari angkatan ketiga dengan nama “Cipher Defenders” berhasil meraih posisi puncak dengan kemenangan 3-1 atas tim “Binary Lions” dari angkatan kedua di final.
Sementara itu, cabang bola voli juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan delapan tim putri dan enam tim putra yang berpartisipasi. Dalam kategori putri, tim “Cyber Goddesses” asal angkatan keempat berhasil menjadi juara setelah menunjukkan permainan yang solid dan strategi bertahan yang baik. Koordinator cabang olahraga bola voli, Siti Nurhaliza, mahasiswi semester enam Program Studi Cyber Security, mengatakan antusiasme peserta melampaui ekspektasi panitia.
“Kami tidak menyangka jumlah pendaftar akan semelebihi ini. Ada sekitar 200 mahasiswa yang aktif berpartisipasi dalam cabang bola voli saja. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Fakultas Cyber Security tidak hanya fokus pada studi, tetapi juga menyadari pentingnya kesehatan dan kerja sama tim,” tutur Siti Nurhaliza kepada media, Rabu 16 April 2026.
Cabang atletik lari juga menjadi sorotan dengan peserta dari berbagai tingkatan melakukan lari sprint 100 meter, 400 meter, 1500 meter, dan estafet. Kategori lari 1500 meter dimenangkan oleh Rahmat Pratama, mahasiswa angkatan ketiga, dengan waktu 4 menit 58 detik. Prestasi Rahmat ini merupakan rekor baru dalam sejarah festival olahraga Fakultas Cyber Security sejak pendirian fakultas pada 2020.
Apresiasi Budaya Lokal Melalui Seni Tradisional
Tidak hanya olahraga, festival ini juga memberikan platform bagi mahasiswa untuk menampilkan apresiasi dan kreativitas mereka terhadap seni budaya, khususnya budaya lokal Sulawesi Tenggara. Pertunjukan seni tradisional menjadi daya tarik utama yang menghadirkan nuansa budaya nusantara di tengah kampus modern yang serba digital.
Pada malam pertama festival, Selasa 15 April, panggung aula seni dipenuhi dengan pertunjukan tari tradisional dari berbagai daerah. Mahasiswa dari Klub Seni Tradisional Fakultas Cyber Security menampilkan tari Poco-Poco, tari Kipas Kendari, dan tari Serimpi dengan kostum yang autentik dan gerakan yang penuh makna. Penampilan ini mendapat sambutan meriah dari ratusan penonton yang hadir.
“Pertunjukan tari-tarian ini bukan hanya untuk hiburan semata, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya lokal. Banyak mahasiswa yang berasal dari luar Sulawesi Tenggara, jadi ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mengenal dan menghargai kearifan lokal tempat kampus kami berada,” jelas Dra. Ratna Wijaya, Koordinator Bidang Pembinaan Seni dan Budaya Fakultas Cyber Security.
Pertunjukan musik tradisional juga menghiasi acara ini dengan kehadiran ensemble gamelan yang dimainkan oleh mahasiswa semester empat hingga keenam. Iringan musik gamelan yang merdu mengiringi pertunjukan tari serta menciptakan suasana yang magis dan berkesan bagi seluruh penonton.
Selain itu, festival ini juga menampilkan kompetisi seni visual berupa pameran lukisan, fotografi, dan karya digital yang diadakan di galeri seni kampus. Mahasiswa menampilkan karya-karya kreatif mereka dengan tema “Cyber Security dan Budaya: Harmoni Teknologi dan Tradisi.” Pemenang kategori lukisan diraih oleh Dini Kusuma dengan judul karya “Digital dan Tradisi,” sebuah lukisan yang menggabungkan motif batik Sulawesi dengan elemen visual digital yang memukau.
Harapan Pemimpin Kampus Terhadap Pengembangan Mahasiswa Holistik
Dalam sambutannya, Dr. Ir. Bambang Suryanto menekankan bahwa kegiatan festival ini bukan sekadar pelengkap akademik, melainkan bagian integral dari proses pendidikan mahasiswa Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya.
“Dunia keamanan siber semakin kompleks dan dinamis. Profesional yang kami hasilkan harus memiliki kemampuan teknis yang mumpuni, tentu saja, tetapi juga harus memiliki mental yang tangguh, kemampuan komunikasi yang baik, dan kepekaan terhadap nilai-nilai lokal dan budaya. Olahraga mengajarkan disiplin, kerja sama, dan sportivitas. Seni dan budaya mengajarkan kreativitas, apresiasi, dan hubungan emosional yang dalam. Semua ini penting bagi pembentukan karakter profesional muda yang berkontribusi bagi masyarakat,” ungkap Dr. Bambang Suryanto dengan penuh penekanan.
Rektor Universitas Mandala Waluya, Prof. Dr. H. Suprapto, M.Si., yang hadir pada hari penutupan festival, juga memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan pelaksanaan festival yang sukses.
“Saya sangat terkesan dengan dedikasi mahasiswa dan dosen Fakultas Cyber Security dalam menyelenggarakan festival ini. Ini menunjukkan bahwa universitas kami benar-benar menghasilkan lulusan yang komprehensif, bukan hanya robot teknologi. Mereka adalah manusia yang utuh, yang mengerti pentingnya keseimbangan antara kerja dan kehidupan, antara teknologi dan humanitas,” kata Prof. Suprapto dalam sambutannya pada Kamis 17 April 2026.
Dampak dan Manfaat bagi Pengembangan Mahasiswa
Para pakar pendidikan tinggi menyatakan bahwa kegiatan seperti festival olahraga dan seni budaya memiliki dampak positif yang signifikan terhadap pengembangan soft skills mahasiswa. Drs. Hendra Wijaya, Direktur Pusat Pengembangan Karakter Universitas Mandala Waluya, menjelaskan bahwa partisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler semacam ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan interpersonal mahasiswa.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif dalam kegiatan olahraga dan seni memiliki tingkat prestasi akademik yang lebih stabil, tingkat drop-out yang lebih rendah, dan tingkat kepuasan terhadap kehidupan kampus yang lebih tinggi. Ini karena mereka memiliki outlet yang sehat untuk mengelola stress akademik dan membangun jaringan pertemanan yang lebih luas,” ujar Hendra Wijaya.
Selain itu, festival ini juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk menampilkan bakat mereka di luar bidang akademik. Banyak mahasiswa yang selama ini terfokus pada mata kuliah teknis akhirnya menemukan passion mereka dalam dunia seni atau olahraga. Tidak sedikit di antara mereka yang kemudian memutuskan untuk mengembangkan skill tersebut lebih lanjut melalui organisasi kemahasiswaan atau klub yang ada di kampus.
Apresiasi Penonton dan Momentum Positif untuk Masa Depan
Penonton yang hadir dari kalangan mahasiswa, dosen, karyawan, dan masyarakat umum Kendari memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan festival ini. Suara sorak-sorai dan tepukan tangan meriah memenuhi lapangan dan aula sepanjang tiga hari penyelenggaraan, menciptakan suasana yang meriah dan penuh semangat.
Azizah Putri, mahasiswi semester dua Program Studi Forensik Digital, menyatakan bahwa kehadiran festival ini memberikan pengalaman berharga bagi dirinya.
“Saya benar-benar menikmati festival ini. Sebelumnya saya hanya tahu universitas ini sebagai tempat belajar keamanan siber, tapi sekarang saya menyadari ada komunitas yang begitu solid dan beragam. Saya juga jadi tertarik untuk bergabung dengan klub bola voli dan klub seni tradisional di semester depan,” kata Azizah dengan antusias.
Komitmen Berkelanjutan untuk Program Serupa di Masa Depan
Menanggapi kesuksesan festival tahun ini, pimpinan Fakultas Cyber Security telah menyatakan komitmen untuk menyelenggarakan festival serupa secara berkala, bahkan dengan skala yang lebih besar di tahun-tahun mendatang. Panitia juga berencana untuk membuka kompetisi yang lebih terbuka, melibatkan mahasiswa dari fakultas-fakultas lain di Universitas Mandala Waluya dan bahkan mengundang partisipasi dari universitas lain di Sulawesi Tenggara.
“Tahun depan, kami ingin membuat festival olahraga dan seni budaya yang lebih inklusif dan kompetitif. Kami juga berencana untuk menambahkan kompetisi e-sports, yang tentu saja relevan dengan karakteristik mahasiswa Cyber Security. Ini akan menjadi festival yang unik, menggabungkan olahraga tradisional, seni budaya, dan kompetisi digital,” ungkap Dr. Ir. Bambang Suryanto dalam rencana ke depannya.
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya yang berakhir pada Kamis 17 April 2026 telah membuktikan bahwa pendidikan tinggi yang berkualitas bukan hanya tentang pencapaian akademik semata, melainkan tentang pengembangan manusia secara holistik. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Fakultas Cyber Security telah menunjukkan bahwa mereka adalah individu yang komprehensif, memiliki kemampuan akademik, ketahanan fisik, kreativitas, dan apresiasi terhadap nilai-nilai budaya.
Keberhasilan festival ini juga mencerminkan komitmen Universitas Mandala Waluya dan khususnya Fakultas Cyber Security dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, inklusif, dan mendukung pengembangan karakter mahasiswa. Dengan momentum positif ini, diharapkan bahwa mahasiswa Fakultas Cyber Security akan terus berkembang menjadi profesional yang tidak hanya ahli di bidangnya, tetapi juga memiliki kepribadian yang matang dan kontribusi yang berarti bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Saat ini, Universitas Mandala Waluya terus mengkonsolidasikan kesuksesan ini dan menyiapkan program-program pengembangan mahasiswa yang lebih inovatif untuk tahun-tahun mendatang, sehingga terus menghasilkan lulusan berkualitas yang siap menghadapi tantangan global di era digital dan industri 4.0.