Kendari – Fakultas Cyber Security Universitas Mandila Waluya menggelar rangkaian seminar, webinar, dan kuliah umum yang megah pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Auditorium Utama Kampus Kendari ini menghadirkan pembicara kelas dunia dari industri teknologi, lembaga keamanan siber nasional, dan akademisi terkemuka. Tema utama “Transformasi Digital dan Pertahanan Siber di Era Post-Quantum Computing” menjadi fokus diskusi selama dua hari penuh.
Inisiatif akademik ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Mandala Waluya dalam mempersiapkan generasi profesional cybersecurity yang kompeten menghadapi tantangan keamanan digital modern. Dengan menghadirkan lebih dari 15 pembicara utama dan ratusan peserta dari berbagai universitas di Sulawesi Tenggara, acara ini diharapkan menjadi momentum penting bagi pertukaran pengetahuan dan networking profesional di bidang keamanan siber Indonesia.
Latar Belakang dan Signifikansi Acara
Perkembangan teknologi informasi yang eksponensial telah menciptakan lanskap ancaman siber yang semakin kompleks dan berbahaya. Indonesia, sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, menghadapi tantangan serius dalam menjaga infrastruktur informasi nasional. Data dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan peningkatan 45 persen insiden keamanan siber pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, khususnya serangan ransomware terhadap sektor finansial dan pemerintahan.
Universitas Mandala Waluya, melalui Fakultas Cyber Security yang didirikan pada 2022, telah memposisikan diri sebagai pusat pendidikan keamanan siber unggulan di kawasan Timur Indonesia. Dengan kurikulum yang mengikuti standar internasional dan fasilitas laboratorium modern, universitas ini terus meningkatkan kualitas pendidikan untuk menghasilkan tenaga profesional cybersecurity yang siap bersaing di tingkat global.
Penyelenggaraan seminar, webinar, dan kuliah umum pada 7 April 2026 ini merupakan upaya berkelanjutan Universitas Mandala Waluya dalam membangun ekosistem akademik yang dinamis dan responsif terhadap kebutuhan industri. Acara ini juga menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan program-program unggulan Fakultas Cyber Security kepada calon mahasiswa dan mitra industri.
Rangkaian Acara dan Pembicara Utama
Acara dibuka secara resmi pada pukul 08.30 WITA dengan sambutan pembukaan dari Rektor Universitas Mandala Waluya, diikuti sesi plenary pertama yang menghadirkan Dr. Muhammad Rizki Pratama, Kepala Divisi Respons Insiden Badan Siber dan Sandi Negara. Dr. Pratama, yang memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di bidang cybersecurity nasional, akan membahas “Strategi Pertahanan Siber Nasional Menghadapi Ancaman Hybrid Warfare.”
Pada sesi berikutnya, dihadirkan Ir. Sinta Widiyastuti, Chief Information Security Officer (CISO) dari salah satu bank terbesar di Indonesia, yang akan menyampaikan materi “Risk Management dan Compliance dalam Transformasi Digital Perbankan.” Sinta, yang telah menangani transformasi keamanan siber di institusi finansial dengan aset triliunan rupiah, akan berbagi pengalaman praktis tentang implementasi standar keamanan internasional di lingkungan korporat.
Selain itu, acara juga menghadirkan Prof. Dr. Bambang Hariyanto dari Institut Teknologi Bandung, pakar cryptography yang telah mempublikasikan lebih dari 50 jurnal internasional tentang keamanan data dan algoritma enkripsi. Prof. Bambang akan menjadi pembicara dalam sesi “Post-Quantum Cryptography: Persiapan Industri Menghadapi Komputasi Quantum.”
Webinar sore hari akan menampilkan panel diskusi dengan tema “Karir dan Peluang di Industri Cybersecurity Indonesia,” yang dihadiri oleh perwakilan perusahaan teknologi multinasional, startup cybersecurity lokal, dan divisi keamanan siber kementerian. Acara ini dirancang untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang prospek karir dan kebutuhan skill di industri yang terus berkembang pesat.
Partisipasi Mahasiswa dan Komunitas Akademik
Universitas Mandala Waluya mencatat partisipasi yang sangat antusias dari kalangan mahasiswa. Menurut data pendaftaran, lebih dari 800 peserta telah mendaftar untuk menghadiri acara ini secara langsung, terdiri dari 450 mahasiswa dari Universitas Mandala Waluya sendiri, 250 mahasiswa dari universitas lain di Sulawesi Tenggara, dan 100 profesional dari industri teknologi dan pemerintahan.
“Antusiasme ini menunjukkan bahwa ada permintaan yang sangat besar dari kalangan akademik dan industri terhadap diskusi mendalam tentang isu-isu cybersecurity terkini,” ujar Dr. Eka Prasetya Sudirman, Dekan Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya, dalam konferensi pers pada Senin pagi, 7 April 2026.
Selain sesi plenari, acara juga menyelenggarakan workshop teknis yang dibagi menjadi empat jalur pembelajaran sesuai spesialisasi: Ethical Hacking dan Penetration Testing, Security Architecture dan Design, Incident Response dan Forensics, serta Secure Software Development. Setiap workshop dipandu oleh praktisi berpengalaman dari industri dan dibatasi jumlah peserta untuk memastikan pembelajaran yang interaktif dan berkualitas.
Kutipan Narasumber dan Perspektif Pejabat Kampus
Dr. Eka Prasetya Sudirman mengungkapkan optimismenya terhadap perkembangan Fakultas Cyber Security. “Kehadiran pembicara-pembicara kaliber nasional dan internasional ini bukan hanya untuk transfer pengetahuan, tetapi juga untuk menunjukkan kepada industri bahwa Universitas Mandala Waluya telah menghasilkan lulusan berkualitas tinggi yang siap berkontribusi di sektor cybersecurity nasional,” katanya.
Sementara itu, Prof. Dr. Sutrisno, Rektor Universitas Mandala Waluya, menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan industri dalam mengembangkan penelitian cybersecurity. “Acara ini adalah perwujudan dari komitmen universitas untuk menjadi bridge antara dunia akademik dan dunia industri. Kami percaya bahwa solusi terbaik untuk menghadapi tantangan keamanan siber Indonesia akan lahir dari kolaborasi yang kuat antara kedua sektor ini,” ujar Prof. Sutrisno dalam sambutannya.
Dr. Muhammad Rizki Pratama dari BSSN juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif Universitas Mandala Waluya. “Pendidikan cybersecurity berkualitas adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan siber nasional. Saya melihat bahwa Universitas Mandala Waluya memiliki komitmen serius terhadap hal ini, dan acara semacam ini adalah bukti nyatanya,” kata Dr. Pratama ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Penyelenggaraan acara ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi pengembangan ekosistem cybersecurity di Indonesia Timur. Pertama, secara akademik, acara ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi terbaik di industri, memperkaya pemahaman mereka tentang real-world applications dari teori yang telah mereka pelajari di kelas.
Kedua, dari perspektif industri, acara ini menjadi platform yang efektif untuk perekrutan talenta cybersecurity. Beberapa perusahaan teknologi multinasional dan startup lokal telah menyatakan niatannya untuk melakukan student recruitment pada acara ini. “Kami mencari talenta terbaik untuk memperkuat tim cybersecurity kami di Indonesia. Acara seperti ini memberikan kesempatan emas untuk bertemu calon profesional yang passionate di bidang ini,” ujar Hendra Wijaya, Regional Security Manager dari perusahaan teknologi multinasional yang turut hadir.
Ketiga, dari sisi riset dan inovasi, acara ini diharapkan dapat memicu kolaborasi penelitian antara fakultas dengan industri dan lembaga pemerintah. Beberapa peneliti dari Universitas Mandala Waluya telah mengajukan proposal riset kepada beberapa praktisi untuk menjajaki kemungkinan research partnership di bidang-bidang spesifik seperti threat intelligence, security automation, dan emerging threats analysis.
Persiapan dan Infrastruktur Acara
Universitas Mandala Waluya telah melakukan persiapan ekstensif untuk memastikan kelancaran acara. Gedung Auditorium Utama telah dilengkapi dengan sistem teknologi informasi terkini, termasuk live streaming untuk peserta virtual, sound system berkualitas tinggi, dan fasilitas video conferencing untuk pembicara yang tidak dapat hadir secara fisik.
Tim panitia, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Cyber Security, telah mempersiapkan materi, modul workshop, dan merchandise khusus acara. “Kami ingin memastikan bahwa pengalaman setiap peserta adalah memorable dan memberikan nilai tambah yang signifikan untuk pengembangan profesional mereka,” ujar Rina Hartati, Ketua Panitia Seminar, yang juga merupakan dosen senior di Fakultas Cyber Security.
Penutup dan Harapan ke Depan
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Universitas Mandala Waluya pada 7 April 2026 ini merepresentasikan komitmen solid terhadap pengembangan pendidikan cybersecurity berkualitas tinggi di Indonesia. Dengan menghadirkan pembicara terkemuka, fasilitas modern, dan antusiasme peserta yang tinggi, acara ini dipercaya akan menjadi milestone penting dalam perjalanan universitas menuju pencapaian visinya sebagai pusat keunggulan cybersecurity di kawasan Asia Tenggara.
Ke depannya, Universitas Mandala Waluya berencana menjadikan acara semacam ini sebagai agenda tahunan yang berkelanjutan, bahkan dengan scope yang lebih luas. “Kami ingin untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas acara akademik dalam bidang cybersecurity, serta memperluas jaringan kolaborasi internasional kami,” tutup Dr. Eka Prasetya Sudirman.
Bagi mahasiswa dan profesional di bidang teknologi informasi dan keamanan siber, acara ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kompetensi, memperluas jaringan profesional, dan mendapatkan insights berharga tentang tren dan tantangan terkini di industri cybersecurity Indonesia. Semoga momentum ini dapat terus dipertahankan dan dikembangkan untuk kemajuan bersama ekosistem cybersecurity nasional.