Kendari – Universitas Mandala Waluya, khususnya Fakultas Cyber Security, menggelar Festival Olahraga dan Seni Budaya yang meriah pada hari Senin, 31 Maret 2026. Acara yang berlangsung selama tiga hari penuh ini melibatkan seluruh mahasiswa dari berbagai tingkat akademik, dimulai dari angkatan pertama hingga angkatan keempat. Kegiatan tersebut diselenggarakan di lapangan utama kampus yang terletak di Jalan Sudirman, Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan menampilkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang memukau.
Festival ini merupakan inisiatif tahunan yang dirancang untuk memberikan wadah ekspresi kreatif bagi mahasiswa Fakultas Cyber Security, sekaligus membangun kolaborasi lintas angkatan dan meningkatkan semangat kebersamaan di antara mereka. Mengingat fokus akademik yang intens pada bidang keamanan siber, kegiatan ini dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan akademik dan pengembangan soft skill serta kesehatan fisik dan mental mahasiswa.
Keberagaman Cabang Olahraga yang Dipertandingkan
Dalam festival tahun ini, panitia mencatat ada delapan cabang olahraga yang dipertandingkan dengan sistem kompetisi antar-angkatan. Cabang-cabang tersebut meliputi sepak bola, bulu tangkis, voli, tenis meja, badminton, futsal, catur, dan basket. Setiap cabang olahraga dirancang dengan sistem penyisihan hingga final untuk menentukan juara dari setiap kategori.
Lapangan utama kampus yang biasanya digunakan untuk aktivitas akademik dirancang ulang menjadi venue olahraga modern dengan penambahan gawang portabel, net voli, dan papan skor elektronik. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti setiap pertandingan, baik sebagai peserta aktif maupun sebagai penonton yang ramai memberikan dukungan kepada tim mereka.
Salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian khusus adalah pertandingan sepak bola antar-angkatan. Tim dari angkatan keempat, yang didominasi oleh mahasiswa semester delapan, berhasil meraih kemenangan dramatis dengan skor 3-2 melawan angkatan ketiga dalam pertandingan final yang berlangsung pada Selasa, 1 April 2026. Pertandingan tersebut menjadi sorotan utama karena intensitasnya yang tinggi dan menampilkan permainan yang sangat kompetitif.
“Kami sangat senang bisa menunjukkan bahwa mahasiswa cyber security tidak hanya mahir dalam hal teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan atletik yang baik. Semangat tim kami selama persiapan sangat luar biasa,” ujar Rizky Pratama, kapten tim sepak bola angkatan keempat, dalam wawancara singkat di sela-sela pertandingan.
Pertunjukan Seni Budaya yang Memukau
Selain kompetisi olahraga, aspek seni budaya menjadi pilar penting dalam festival ini. Panitia menampilkan berbagai jenis pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia dan kreativitas mahasiswa. Pertunjukan tersebut mencakup tari tradisional, tari modern, musik live, fashion show, dan teater.
Salah satu highlight dari aspek seni budaya adalah pertunjukan tari tradisional yang menampilkan gerakan-gerakan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari tari Poco-Poco dari Sulawesi Selatan, Seudati dari Aceh, hingga Tari Jaipong dari Jawa Barat. Pertunjukan ini disuguhkan oleh kelompok seni tradisional mahasiswa yang telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa meskipun kami adalah mahasiswa di era digital dan keamanan siber, tidak ada yang salah dengan tetap melestarikan budaya tradisional kita. Tari-tarian ini adalah bagian dari identitas kita sebagai masyarakat Indonesia,” jelas Siti Nurhaliza, ketua kelompok seni tradisional Fakultas Cyber Security, sambil merapikan kostum sebelum melakukan pertunjukan pada malam puncak festival.
Selain tari tradisional, pertunjukan musik live juga menjadi daya tarik utama. Berbagai kelompok band yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Cyber Security tampil dengan membawakan lagu-lagu original ciptaan mereka sendiri, serta beberapa cover dari artis-artis terkenal. Perpaduan antara instrumen tradisional dan modern menciptakan suasana yang unik dan menarik bagi para penonton.
Tidak hanya itu, acara fashion show yang menampilkan desain pakaian dengan konsep “Teknologi Bertemu Tradisi” juga mencuri perhatian. Para mahasiswa berkreasi dengan memadukan motif batik tradisional dengan teknologi printing modern, menghasilkan desain-desain yang segar dan inovatif. Runway yang dibangun di lapangan kampus menjadi panggung yang prestisius bagi model-model mahasiswa yang tampil dengan percaya diri.
Respons Positif dari Pimpinan Fakultas
Dr. Bambang Suryanto, Dekan Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya, memberikan respons yang sangat positif terhadap penyelenggaraan festival ini. Dalam acara pembukaan pada Senin sore, 31 Maret 2026, beliau hadir langsung dan memberikan pidato yang menekankan pentingnya keseimbangan hidup bagi mahasiswa.
“Saya sangat bangga melihat antusiasme mahasiswa Fakultas Cyber Security dalam menjalankan festival ini. Penting bagi kita untuk diingat bahwa pendidikan bukanlah sekadar tentang teori dan praktik teknis semata. Aspek pengembangan kepribadian, kesehatan fisik, dan apresiasi terhadap seni dan budaya juga merupakan bagian integral dari pendidikan yang holistik,” kata Dr. Bambang dalam sambutannya yang dikutip dari naskah resmi kampus.
Lebih lanjut, Dekan juga menyoroti bagaimana festival ini sejalan dengan visi Universitas Mandila Waluya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang keamanan siber, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreativitas yang tinggi, dan kemampuan untuk berkontribusi pada masyarakat yang lebih luas.
“Mahasiswa kami adalah aset berharga bagi masa depan Indonesia. Kami percaya bahwa dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi bakat dan minat di luar akademik, kita sedang mempersiapkan mereka menjadi pribadi-pribadi yang lebih matang dan siap menghadapi tantangan dunia kerja,” tambah Dr. Bambang dengan penuh keyakinan.
Dr. I Wayan Mertayasa, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, juga turut memberikan apresiasi tinggi. Dalam wawancara khusus, beliau menjelaskan bahwa festival ini merupakan hasil kolaborasi intensif antara pihak fakultas dengan organisasi mahasiswa, termasuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Senat Mahasiswa, dan berbagai unit kegiatan mahasiswa lainnya.
“Persiapan festival ini dimulai sejak tiga bulan yang lalu. Kami melibatkan semua stakeholder mahasiswa dalam proses perencanaan dan pelaksanaan. Hasilnya, festival ini benar-benar menjadi milik bersama dan mencerminkan aspirasi seluruh mahasiswa Fakultas Cyber Security,” ungkap Dr. Wayan dengan optimis.
Dampak Positif bagi Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya ini diharapkan membawa dampak positif yang signifikan bagi mahasiswa. Pertama, dari aspek kesehatan fisik, kegiatan olahraga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan aktivitas fisik yang teratur dan terjaga. Mengingat mayoritas mahasiswa cyber security menghabiskan waktu mereka di depan komputer untuk belajar dan praktik, festival ini menjadi momentum penting untuk menjaga kebugaran tubuh.
Kedua, dari aspek kesehatan mental, festival ini memberikan outlet yang sehat bagi mahasiswa untuk melepaskan stres dan tekanan akademik yang mereka hadapi. Suasana meriah, penonton yang ramai, dan suport system yang kuat dari sesama mahasiswa menciptakan lingkungan yang positif dan suportif.
Ketiga, dari aspek pengembangan soft skill, festival ini membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, dan manajemen proyek. Mahasiswa yang terlibat dalam panitia festival mendapatkan pengalaman berharga dalam mengorganisir sebuah acara berskala besar dengan peserta ratusan orang.
Keempat, dari aspek sosial dan budaya, festival ini memperkuat ikatan kebersamaan dan sense of belonging mahasiswa terhadap komunitas Fakultas Cyber Security. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan akademik yang positif dan suportif bagi perkembangan mereka.
Dewi Kusuma, seorang mahasiswa semester enam yang menjadi bagian dari panitia festival, berbagi pengalamannya: “Menjadi panitia festival ini adalah pengalaman terbaik saya selama kuliah. Saya belajar banyak tentang bagaimana mengorganisir sebuah acara, mengelola anggaran, koordinasi dengan berbagai pihak, dan mengatasi berbagai tantangan yang muncul. Semua ini adalah skill yang sangat berguna untuk masa depan karir saya.”
Antusiasme Mahasiswa yang Luar Biasa
Sepanjang tiga hari penyelenggaraan festival, lapangan kampus selalu ramai dengan mahasiswa yang hadir baik sebagai peserta maupun penonton. Jumlah pengunjung diperkirakan mencapai lebih dari seribu mahasiswa per hari, ditambah dengan beberapa dosen dan staf akademik yang turut memeriahkan suasana.
Energi positif yang terpancar dari mahasiswa terlihat jelas dalam setiap momen festival. Baik saat mereka berkompetisi, menonton rekan mereka berjuang, atau menyaksikan pertunjukan seni, semua terlihat engaged dan menikmati momen tersebut. Tidak jarang terlihat mahasiswa dari angkatan berbeda saling memberikan dukungan dan semangat, menunjukkan bahwa festival ini benar-benar menciptakan kolaborasi lintas generasi di antara mahasiswa.
Farah Ramadani, seorang mahasiswa semester empat yang aktif dalam klub tenis meja fakultas, mengatakan: “Festival ini memberikan kesempatan bagi saya untuk menunjukkan kemampuan saya di luar kelas. Meskipun kompetisi sangat ketat, atmosfer yang tercipta sangat sehat dan sportif. Semua orang saling mendukung tanpa menghilangkan semangat untuk menang.”
Rencana ke Depan dan Keberlanjutan
Mengingat kesuksesan festival tahun ini, panitia dan pimpinan fakultas sudah mulai merencanakan bagaimana festival serupa dapat diadakan secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Ada rencana untuk menambah cabang olahraga baru, melibatkan fakultas-fakultas lain di lingkungan Universitas Mandala Waluya, dan bahkan melibatkan undangan dari universitas lain di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dr. Bambang Suryanto menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan semacam ini: “Jika mahasiswa menunjukkan antusiasme seperti ini, maka sebagai pemimpin fakultas, saya akan memastikan bahwa festival ini terus berjalan dan bahkan berkembang menjadi lebih besar. Kami akan meningkatkan alokasi anggaran untuk kegiatan mahasiswa seperti ini, karena investasi pada mahasiswa adalah investasi pada masa depan.”
Penutup
Festival Olahraga dan Seni Budaya yang diselenggarakan Fakultas Cyber Security Universitas Mandala Waluya pada 31 Maret hingga 2 April 2026 telah membuktikan bahwa mahasiswa cyber security tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki potensi besar di bidang olahraga dan seni. Acara yang meriah ini menjadi bukti nyata komitmen universitas dalam mengembangkan karakter dan kepribadian mahasiswa secara holistik.
Dengan suasana yang meriah, partisipasi yang luar biasa, dan dampak positif yang terlihat jelas, festival ini layak dijadikan sebagai tradisi tahunan yang dapat diperkuat dan dikembangkan lebih lanjut. Terlebih lagi, dalam era digitalisasi dan keamanan siber yang menuntut pengembangan keterampilan teknis yang tinggi, keseimbangan dengan pengembangan aspek sosial, budaya, dan kesehatan menjadi semakin penting.
Kiranya, festival ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain di universitas-universitas lain untuk juga menciptakan ruang ekspresi kreatif yang sehat dan produktif. Sebab, pendidikan tinggi yang berkualitas bukan hanya diukur dari seberapa banyak teori yang diserap mahasiswa, tetapi juga dari seberapa matang dan berkembang mereka secara holistik ketika lulus dan terjun ke masyarakat.